Sawahlunto (11/05/2026) – Dalam rangka pengawasan keamanan obat post-market, Balai POM di Sijunjung melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Farmakovigilans KTD/ESO Tahun 2026 di Saka Ombilin Heritage Hotel sebagai upaya penguatan program Monitoring Efek Samping Obat (MESO).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran aktif tenaga kesehatan dalam mendeteksi dini Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) dan Efek Samping Obat (ESO) di fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Sawahlunto, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, serta tenaga medis di Kota Sawahlunto.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Sawahlunto menyampaikan pentingnya kehati-hatian dalam proses pengisian dan pelaporan e-MESO, sehingga setiap laporan yang disampaikan benar-benar berdasarkan hasil kajian yang tepat, khususnya dalam mengidentifikasi Efek Samping Obat (ESO) akibat interaksi obat.
Selain itu, beliau juga menekankan perlunya penunjukan apoteker atau penanggung jawab farmasi di setiap puskesmas untuk melakukan kajian mendalam terhadap setiap dugaan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) maupun ESO. Standarisasi formulir pelaporan juga dinilai penting guna meningkatkan kualitas dan keseragaman data yang dilaporkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh tenaga kesehatan dapat semakin aktif dalam melakukan pelaporan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) dan Efek Samping Obat (ESO), karena “Satu Laporan Dapat Membawa Perubahan.”