Balai POM di Sijunjung Dorong Penggunaan Obat yang Bijak pada Ternak untuk Cegah Resistensi Antimikroba

15-10-2026 Umum Dilihat 13 kali

Sijunjung, 15 Oktober 2026 – Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Sijunjung hadir sebagai narasumber dalam Kuliah Umum Nasional yang diselenggarakan di Aula Universitas Negeri Padang (UNP), Kampus Sijunjung, pada Kamis (15/10/2026). Mengangkat tema “Menjaga Keamanan Pangan, Mencegah Resistensi Antimikroba dan Melindungi Masyarakat”, kegiatan ini diikuti sekitar 200 mahasiswa sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya keamanan pangan, penggunaan obat pada ternak secara tepat dan bertanggung jawab, serta pencegahan resistensi antimikroba demi melindungi kesehatan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Balai POM di Sijunjung menyampaikan edukasi mengenai keterkaitan penggunaan antibiotik yang bijak dengan keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. Melalui penyampaian materi dan diskusi dalam kuliah umum, mahasiswa diajak memahami bahwa penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat berkontribusi terhadap terjadinya resistensi antimikroba. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan One Health, yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan.

Resistensi antimikroba merupakan tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai ketentuan, termasuk pada hewan ternak, dapat meningkatkan risiko berkembangnya mikroorganisme yang kebal terhadap obat antimikroba. Kondisi ini berpotensi mempersulit penanganan penyakit dan berdampak terhadap kesehatan manusia maupun hewan.

Melalui kegiatan kuliah umum ini, Balai POM di Sijunjung menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin memahami peran penggunaan obat yang tepat dan bertanggung jawab dalam menjaga keamanan pangan. Mahasiswa sebagai calon intelektual dan agen perubahan diharapkan dapat menerapkan pengetahuan tersebut serta menyebarluaskan informasi yang benar kepada masyarakat.

Kolaborasi antara Balai POM di Sijunjung dan institusi pendidikan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat literasi kesehatan dan membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya keamanan pangan serta pencegahan resistensi antimikroba. Sinergi ini diharapkan dapat mendorong penerapan prinsip One Health secara lebih luas demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan terlindungi.

Balai POM di Sijunjung akan terus berkomitmen meningkatkan edukasi dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk institusi pendidikan, untuk mendukung perlindungan kesehatan masyarakat. Sebab, satu langkah bijak dalam penggunaan antimikroba hari ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan dan kualitas hidup generasi mendatang.

Sarana