Bedah Buku 7 Karya Kepala Badan POM, Prof. dr. Taruna Ikrar, M. Biomed, Ph.D secara Serentak dan Terbanyak dalam Balutan Budaya Indonesia

31-07-2025 Umum Dilihat 307 kali

Pada Kamis, 31 Juli 2025, Badan POM menyelenggarakan kegiatan Ceremonial Bedah Buku bersama Prof. dr. Taruna Ikrar, M. Biomed, Ph.D, Kepala Badan POM RI. Acara yang digelar secara hybrid di Auditorium Gedung Merah Putih BPOM dan melalui Zoom Meeting serta ditayangkan langsung di channel YouTube BPOM. 

Dalam sambutannya, Bapak Taruna Ikrar menegaskan buku bukan sekadar dokumentasi. Namun menjadi solusi terhadap berbagai permasalahan kontemporer, seperti resistansi antimikroba, transformasi pengawasan, hingga kontribusi BPOM terhadap ketahanan ekonomi nasional.

Judul buku yang diluncurkan dan dibedah pada kegiatan tersebut berjudul 1) Ancaman ‘Silent Pandemic’ Akibat Resistensi Antimikroba; 2) Pengendalian Resistensi Antimikroba di Indonesia; 3) Badan POM Era Kolonial: Pengawasan Obat dan Makanan di Hindia Belanda (1800-1945); 4) Sejarah dan Perkembangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia: Dari Era Kolonial Hingga Era Modern; 5) Modernisasi Sistem Pengawasan Obat dan Makanan dalam Ekonomi Global; 6) Mengawal Mutu, Membangun Bangsa: Kontribusi Strategis Badan POM Bagi Ketahanan Ekonomi Indonesia; dan 7) Harmoni Keamanan dan Inovasi: Visi Strategis BPOM Menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini menjadi ruang inspiratif untuk menggali pemikiran dan kontribusi beliau dalam dunia ilmu pengetahuan, kesehatan, dan pengawasan obat dan makanan di Indonesia. Semoga semangat literasi dan inovasi yang tertuang dalam buku tersebut menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.

Selain bedah buku, hari ini diluncurkan pula Peta Jalan Rencana Aksi Pengendalian Resistansi Antimikroba di Lingkungan BPOM untuk periode 2025–2029. Peta jalan yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BPOM Nomor 350 Tahun 2025 pada 16 Juni 2025 ini merupakan langkah nyata BPOM dalam upaya pengendalian resistansi antimikroba secara terintegrasi dan berkesinambungan.

Sarana