Pembinaan Pegawai UPT BPOM di Sumatera Barat oleh Kepala Badan POM RI

21-12-2025 Umum Dilihat 83 kali

Minggu 21 Desember 2025, Loka POM di Kabupaten Sijunjung turut hadir dalam kegiatan Pembinaan Pegawai UPT BPOM di Sumatera Barat yang bertempat di Kantor Balai Besar POM di Padang.

Diawali dengan penanaman pohon Andalas, di halaman Kantor BBPOM di Padang bersama Kepala Badan POM RI, Prof. Taruna Ikrar dan Kepala BBPOM di Padang Drs. Martin Suhendri, Apt, M.Farm. Kegiatan ini mencerminkan nilai tanggung jawab sosial dan kepedulian ekologis BPOM, sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya perlindungan kesehatan masyarakat perlu berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.

Selanjutnya, kegiatan pembinaan yang diikuti seluruh pegawai UPT BPOM Sumatera Barat ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta meningkatkan profesionalisme, integritas dan semangat pegawai BPOM di daerah.

Dalam arahannya, visi Kepala Badan POM RI menekankan pentingnya komitmen seluruh pegawai BPOM untuk senantiasa menjaga integritas, meningkatkan kinerja, serta berperan aktif dalam melindungi masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan yang efektif dan berkelanjutan.

Tiga kata kunci menjadi kompas visi BPOM ke depan: “Menjulang, Membumi, Mengakar. Menjulang berarti BPOM harus berkelas dunia, bereputasi global, dan mampu bersaing secara internasional. Membumi berarti tetap berpijak pada kebutuhan rakyat, dekat dengan masyarakat, dan responsif terhadap masalah sehari-hari. Mengakar berarti bekerja dengan fondasi pengetahuan, profesionalisme, dan integritas yang kokoh. Visi ini sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045: membangun generasi sehat, produktif, dan berdaya saing global.

Pertemuan tatap muka yang berlangsung hangat. Bukan hanya forum kerja, melainkan ruang berbagi antara Kepala Badan POM RI dengan seluruh pegawai tentang nilai keluarga, pengabdian, integritas, dan makna belajar seumur hidup.

Di akhir pertemuan, pesan Prof. Taruna menggema sederhana namun dalam: belajar tanpa menyerah, mengabdi tanpa mengkhianati, dan menjaga rindu sebagai bagian dari keindahan hidup seorang abdi negara.

Sarana